▼ Bear
Dampak
90 · Tinggi
Penjualan BitMEX gagal…Pemotongan kepemilikan saham pendiri dan pengurangan bisnis menjadi penyebabnya
CoinDesk · Aug 7, 07:02 PMLihat sumber ↗

BitMEX adalah bursa yang pertama kali memperkenalkan produk *perpetual contract* (kontrak berjangka tanpa tanggal kedaluwarsa) dengan meluncurkan *XBTUSD perpetual swap* pada tahun 2016. Saat ini, sebagian besar volume perdagangan derivatif di bursa-bursa besar seperti Binance, Bybit, dan Hyperliquid mengadopsi struktur ini. Namun, meskipun memiliki peran pionir, BitMEX tertinggal dalam persaingan dan upaya penjualan selama dua tahun terakhir juga gagal.
Menurut sumber yang memiliki pengetahuan mendalam tentang masalah ini, beberapa calon pembeli, termasuk Exodus, telah duduk di meja perundingan, tetapi tidak berhasil mencapai kesepakatan. Ada tiga kendala utama. Pertama, meskipun para pendiri, Arthur Hayes, Ben Delo, dan Samuel Reed, telah mengundurkan diri dari posisi manajemen setelah dakwaan pidana di Amerika Serikat pada tahun 2020, mereka masih memegang mayoritas saham perusahaan. Dalam transaksi akuisisi, biasanya terdapat struktur insentif untuk mempertahankan manajemen, tetapi struktur kepemilikan yang didominasi oleh para pendiri menjadi penghalang besar.
Kedua, fundamental bisnisnya memburuk. Seiring dengan pergeseran volume perdagangan ke bursa terpusat besar dan platform perpetual futures terdesentralisasi, pangsa pasar BitMEX terus menurun selama proses negosiasi penjualan. Menurut sumber tersebut, sulit untuk membenarkan penggunaan kelipatan pendapatan (revenue multiple) yang biasanya diterapkan pada perusahaan yang sedang berkembang. Pihak perusahaan awalnya menginginkan valuasi sekitar 10 miliar dolar AS, tetapi belum ada konfirmasi apakah penawaran resmi benar-benar diajukan.
Ketiga, masih ada risiko hukum yang tersisa. Riwayat para pendiri perusahaan yang pernah menghadapi tuntutan pidana di Amerika Serikat menjadi risiko reputasi bagi para calon pembeli. Saat ini, bahkan telah diajukan gugatan perdata yang menuduh adanya penyalahgunaan dana jaminan pelanggan dan perdagangan orang dalam. Dalam surat gugatan tersebut, terdapat klaim bahwa para pendiri perusahaan telah merancang sistem yang memungkinkan dana jaminan pelanggan untuk ditahan di dalam platform.
Bank investasi Broadhaven bertindak sebagai penasihat penjualan untuk perusahaan induknya, HDR Global Trading, yang berlokasi di Seychelles. Hal ini dilaporkan oleh CoinDesk pada awal tahun 2025. Setelah menyelesaikan peninjauan strategis, HDR Global Trading secara resmi mengumumkan penghentian operasional pada tanggal 24 Juli, dan segera menghentikan pembukaan akun baru, serta mengumumkan penutupan penuh pada tanggal 23 September.
Penundaan penjualan ini sangat kontras dengan meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi di seluruh industri. Menurut Architect Partners, hingga saat ini pada tahun 2026, telah diumumkan 144 transaksi merger dan akuisisi dengan total nilai 11,8 miliar dolar AS, meningkat 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Beberapa contohnya adalah akuisisi Bitbank oleh SBI Holdings di bursa Jepang (289 juta dolar AS), akuisisi bisnis perdagangan institusional BlockFills oleh Keyrock, dan akuisisi Equiniti oleh Bullish (4,2 miliar dolar AS). BitMEX, yang menghadapi tiga masalah sekaligus, yaitu penurunan pangsa pasar, risiko hukum, dan struktur kepemilikan yang kompleks, akhirnya gagal menemukan pembeli meskipun berada di tengah pasar merger dan akuisisi yang aktif.
Konten dirangkum AI. Baca artikel lengkap di sumber.