▼ Bear
Dampak
82 · Tinggi
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi tambahan kepada dua bursa mata uang kripto yang terkait dengan Iran
USDT
CoinDesk · Aug 7, 08:46 PMLihat sumber ↗

Departemen Keuangan Amerika Serikat, melalui Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC), secara resmi menjatuhkan sanksi terhadap bursa mata uang kripto Shelbit Exchange dan Aban Tether, yang berbasis di Iran, karena membantu pergerakan dana dan penghindaran sanksi Iran. Bersamaan dengan itu, individu bernama Seyyabashi Keyvanpour, yang memiliki perusahaan di Georgia, Polandia, dan Uni Emirat Arab, serta perusahaan-perusahaan terkaitnya, juga dimasukkan dalam daftar sanksi.
Menurut pernyataan OFAC, lebih dari 1 juta dolar AS dalam mata uang kripto telah ditransfer dari dompet yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) ke alamat Shelbit, dan sebaliknya, lebih dari 2 juta dolar AS telah masuk dari alamat Shelbit ke dompet IRGC. Dompet yang dimiliki atau dikendalikan oleh Keyvanpour telah mentransfer lebih dari 2 juta dolar AS ke Nobitex, bursa mata uang kripto terbesar di Iran. Aban Tether telah memproses transaksi senilai jutaan dolar yang melibatkan bursa-bursa Iran yang sudah terkena sanksi, termasuk Nobitex, Wallex, Bitfin, dan Ramfinex.
Tindakan ini merupakan contoh terbaru dari serangkaian sanksi Amerika Serikat yang menargetkan jaringan keuangan mata uang kripto Iran. Pada bulan Januari tahun ini, dua bursa mata uang kripto, Zedcex dan Zedxion, yang pertama kali ditargetkan sebagai entitas keuangan khusus terkait sanksi Iran, terkena sanksi. Pada bulan Juni, Nobitex dan sejumlah bursa mata uang kripto Iran lainnya juga terkena sanksi tambahan. Pada bulan lalu, empat dompet mata uang kripto yang terkait dengan Bank Sentral Iran terkena sanksi, dan setelah itu, perusahaan penerbit stablecoin terbesar, Tether, dilaporkan mengambil tindakan terkait.
OFAC juga menjatuhkan sanksi terhadap jaringan yang terdiri dari perusahaan pertukaran mata uang, perusahaan bayangan, dan individu, yang diduga telah memindahkan ratusan juta dolar, termasuk dana dari penjualan minyak mentah di luar negeri, melalui sistem keuangan bayangan Iran. Menteri Keuangan Scott Bessent, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa "ketergantungan rezim Iran pada aset digital dan jaringan keuangan bayangan adalah bukti bahwa strategi 'kemarahan ekonomi' kami efektif." Ia menambahkan, "Baik dolar, riyal, atau mata uang kripto, Departemen Keuangan akan melacak dan membongkar jaringan keuangan ilegal yang mendukung rezim tersebut."
Dalam situasi ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran, sanksi ini menegaskan kembali kekhawatiran bahwa mata uang kripto dapat menjadi jalan pintas bagi negara-negara yang terkena sanksi. Pada saat yang sama, hal ini juga menyoroti fakta bahwa catatan transaksi publik blockchain memberikan sarana bagi perusahaan investigasi dan analisis untuk melacak aktivitas. Dengan perluasan kampanye ini, bursa dan perusahaan penerbit stablecoin berada di bawah tekanan yang lebih besar untuk mengidentifikasi dana yang terkait dengan Iran dan mencegah entitas yang terkena sanksi untuk memindahkannya.
Konten dirangkum AI. Baca artikel lengkap di sumber.