▲ Bull
Dampak
89 · Tinggi

Pemerintah AS menggandakan program pembelian kembali obligasi, sementara harga Bitcoin melampaui 69.500 dolar AS

BTCETH
CryptoSlate · Aug 19, 05:39 PMLihat sumber ↗
Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan pada tanggal 19 Agustus bahwa batas maksimum pembelian kembali (repo) obligasi pemerintah dengan tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun akan ditingkatkan dua kali lipat, dari 2 miliar dolar AS menjadi minimal 4 miliar dolar AS per transaksi. Perubahan ini akan berlaku mulai tanggal 9 September hingga 4 November, dan Departemen Keuangan menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk menyediakan lebih banyak likuiditas pada sektor obligasi pemerintah jangka panjang yang memiliki permintaan kuat dari para pelaku pasar. Segera setelah pengumuman tersebut, pasar obligasi langsung bereaksi. Tingkat bunga obligasi pemerintah 30 tahun turun dari 5,34%, yang merupakan tingkat tertinggi sejak tahun 2007, menjadi 5,19%, sementara tingkat bunga obligasi pemerintah 10 tahun juga turun menjadi 4,647%. Selisih antara tingkat bunga obligasi 2 tahun dan 30 tahun juga mengalami penurunan signifikan. Kenaikan tajam pada tingkat bunga jangka panjang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kekhawatiran tentang inflasi, pinjaman besar-besaran oleh pemerintah, dan peningkatan penerbitan obligasi oleh perusahaan yang bergerak di bidang investasi kecerdasan buatan. Bitcoin sempat melonjak dari titik terendah intraday sebesar 64.100 dolar AS hingga mencapai 69.000 dolar AS, sebelum kemudian sedikit turun kembali ke kisaran 68.000 dolar AS. Ethereum naik hingga mencapai 2.100 dolar AS, dan untuk pertama kalinya sejak Juni, berhasil kembali di atas level 2.000 dolar AS. Kenaikan harga yang tajam ini memberikan pukulan bagi para trader yang bertaruh pada penurunan harga. Menurut data Coinglass, lebih dari 400 juta dolar AS dalam posisi mata uang kripto telah dilikuidasi dalam satu jam, di mana kerugian yang diderita oleh para trader yang bertaruh pada penurunan harga mencapai sekitar 382 juta dolar AS. Dalam 24 jam, total 8.383 orang mengalami likuidasi dengan total kerugian lebih dari 662 juta dolar AS, dengan posisi BTC-USD di Hyperliquid sebesar 18,73 juta dolar AS menjadi catatan likuidasi tunggal terbesar. Andre Draghiescu, kepala riset Eropa di Bitwise, menilai langkah Kementerian Keuangan tersebut sebagai "tanda pertama dari keretakan dalam sistem." Ia menyatakan, "Kenaikan suku bunga sudah memaksa intervensi dari Kementerian Keuangan, dan Bitcoin adalah 'burung kenari' makroekonomi yang pertama kali mendeteksinya." Matt Col, ketua Strive, berpendapat bahwa jika defisit anggaran dan peningkatan utang berujung pada penurunan suku bunga riil, peningkatan likuiditas, dan penurunan nilai mata uang dalam jangka panjang, hal itu dapat menjadi pendorong kenaikan struktural yang kuat bagi Bitcoin. Ia memprediksi bahwa 5 hingga 7 tahun mendatang dapat memberikan dorongan makroekonomi yang lebih kuat bagi Bitcoin dibandingkan siklus sebelumnya. Para ahli menekankan bahwa program pembelian kembali obligasi (buyback) ini berbeda dengan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) yang dilakukan oleh Federal Reserve (The Fed). Pembelian aset oleh The Fed menciptakan cadangan giro dan memperluas neraca bank sentral, sementara program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan bertujuan untuk meningkatkan likuiditas obligasi yang ada dan tidak mengurangi total utang pemerintah. Oleh karena itu, masih ada pertanyaan tentang berapa lama langkah ini dapat mempertahankan rasa percaya diri di pasar.
Konten dirangkum AI. Baca artikel lengkap di sumber.
Komentar 0
Masuk untuk bisa berkomentar
Memuat…